openSOURCE

openSOURCE

Did You Know?

All your business on one platform

Visual Studio Code

Berikut adalah tutorial langkah demi langkah untuk mendownload dan menginstal Visual Studio Code:

Langkah 1: Buka Website Download


  • Buka Browser: Gunakan browser favorit Anda (seperti Chrome, Firefox, atau Edge).
  • Akses Link Download: Ketik atau salin tautan berikut ke bilah alamat browser Anda: https://code.visualstudio.com/download.
  • Pilih Sistem Operasi: Setelah halaman terbuka, Anda akan melihat beberapa opsi untuk mengunduh Visual Studio Code sesuai dengan sistem operasi Anda (Windows, macOS, atau Linux).
  • Klik pada Tombol Download: Klik tombol yang sesuai dengan sistem operasi Anda. Contohnya:
    • Windows: Klik “Download for Windows”.
    • macOS: Klik “Download for macOS”.
    • Linux: Pilih versi yang sesuai dengan distribusi Linux Anda (Debian, RPM, atau Snap).

Proses Download: Tunggu beberapa saat hingga file selesai diunduh. Anda dapat memantau kemajuan download di bagian bawah browser Anda.

Untuk Windows:

  1. Buka File Installer: Temukan file installer (biasanya bernama VSCodeSetup.exe) di folder unduhan Anda dan klik dua kali untuk menjalankannya.
  2. Ikuti Petunjuk Instalasi:
    • Klik “Next” pada halaman pengantar.
    • Setujui syarat dan ketentuan dengan mencentang kotak yang tersedia, lalu klik “Next”.
    • Pilih lokasi instalasi (default biasanya sudah cukup), lalu klik “Next”.
    • Pilih opsi tambahan sesuai kebutuhan (seperti menambahkan ke PATH), lalu klik “Next”.
    • Klik “Install” untuk memulai proses instalasi.
  3. Selesai: Setelah instalasi selesai, Anda dapat memilih untuk menjalankan Visual Studio Code dan mengklik “Finish”.

Untuk macOS:

  1. Buka File DMG: Temukan file DMG yang telah diunduh (biasanya bernama VSCode-darwin.zip), kemudian buka.
  2. Seret ke Folder Aplikasi: Seret ikon Visual Studio Code ke dalam folder Aplikasi.
  3. Buka Aplikasi: Anda dapat membuka Visual Studio Code dari folder Aplikasi atau dari Launchpad.

Instal menggunakan Terminal:

  • Jika Anda menggunakan Debian/Ubuntu, buka terminal dan jalankan:
				
					sudo dpkg -i <nama-file.deb>				
			

Jika Anda menggunakan Fedora, jalankan:

				
					sudo rpm -i <nama-file.rpm>				
			

Atau, jika Anda menggunakan Snap, cukup jalankan:

				
					sudo snap install code --classic				
			
  • Buka Aplikasi: Setelah instalasi selesai, buka Visual Studio Code melalui menu aplikasi atau shortcut yang dibuat.
  • Mulai Menggunakan: Anda siap untuk mulai menggunakan Visual Studio Code untuk coding!
  • Buka Browser: Gunakan browser favorit Anda (seperti Chrome, Firefox, atau Edge).
  • Akses Link Download: Ketik atau salin tautan berikut ke bilah alamat browser Anda: https://code.visualstudio.com/download.
  • Pilih Sistem Operasi: Setelah halaman terbuka, Anda akan melihat beberapa opsi untuk mengunduh Visual Studio Code sesuai dengan sistem operasi Anda (Windows, macOS, atau Linux).
  • Klik pada Tombol Download: Klik tombol yang sesuai dengan sistem operasi Anda. Contohnya:
    • Windows: Klik “Download for Windows”.
    • macOS: Klik “Download for macOS”.
    • Linux: Pilih versi yang sesuai dengan distribusi Linux Anda (Debian, RPM, atau Snap).

Proses Download: Tunggu beberapa saat hingga file selesai diunduh. Anda dapat memantau kemajuan download di bagian bawah browser Anda.

Untuk Windows:

  1. Buka File Installer: Temukan file installer (biasanya bernama VSCodeSetup.exe) di folder unduhan Anda dan klik dua kali untuk menjalankannya.
  2. Ikuti Petunjuk Instalasi:
    • Klik “Next” pada halaman pengantar.
    • Setujui syarat dan ketentuan dengan mencentang kotak yang tersedia, lalu klik “Next”.
    • Pilih lokasi instalasi (default biasanya sudah cukup), lalu klik “Next”.
    • Pilih opsi tambahan sesuai kebutuhan (seperti menambahkan ke PATH), lalu klik “Next”.
    • Klik “Install” untuk memulai proses instalasi.
  3. Selesai: Setelah instalasi selesai, Anda dapat memilih untuk menjalankan Visual Studio Code dan mengklik “Finish”.

Untuk macOS:

  1. Buka File DMG: Temukan file DMG yang telah diunduh (biasanya bernama VSCode-darwin.zip), kemudian buka.
  2. Seret ke Folder Aplikasi: Seret ikon Visual Studio Code ke dalam folder Aplikasi.
  3. Buka Aplikasi: Anda dapat membuka Visual Studio Code dari folder Aplikasi atau dari Launchpad.

Instal menggunakan Terminal:

  • Jika Anda menggunakan Debian/Ubuntu, buka terminal dan jalankan:
				
					sudo dpkg -i <nama-file.deb>				
			

Jika Anda menggunakan Fedora, jalankan:

				
					sudo rpm -i <nama-file.rpm>				
			

Atau, jika Anda menggunakan Snap, cukup jalankan:

				
					sudo snap install code --classic				
			
  • Buka Aplikasi: Setelah instalasi selesai, buka Visual Studio Code melalui menu aplikasi atau shortcut yang dibuat.
  • Mulai Menggunakan: Anda siap untuk mulai menggunakan Visual Studio Code untuk coding!

Catatan Tambahan

  • Pastikan untuk memperbarui Visual Studio Code secara berkala agar mendapatkan fitur terbaru dan perbaikan keamanan.
  • Anda juga bisa menambahkan ekstensi sesuai kebutuhan Anda untuk meningkatkan fungsionalitas.

Extensions

Berikut adalah tutorial untuk menginstal dua ekstensi Odoo Snippets di Visual Studio Code: Odoo Snippets oleh Droggol dan Odoo Code Snippets oleh Michell Stuttgart.

Langkah 1: Buka Visual Studio Code


Jalankan Visual Studio Code: Buka aplikasi Visual Studio Code di komputer Anda.

  • Akses Marketplace: Klik ikon Extensions di sidebar kiri (ikon yang terlihat seperti kotak atau blok).
  • Cari Ekstensi: Di bilah pencarian di bagian atas sidebar, ketik nama ekstensi yang ingin Anda instal.
  • Cari Ekstensi: Ketik “Odoo Snippets” di bilah pencarian.
  • Pilih Ekstensi: Temukan ekstensi dengan nama “Odoo Snippets” yang diterbitkan oleh Droggol.
  • Instal Ekstensi: Klik tombol Install untuk menginstalnya.
  • Cari Ekstensi: Masih di bilah pencarian, ketik “Odoo Code Snippets”.
  • Pilih Ekstensi: Temukan ekstensi dengan nama “Odoo Code Snippets” yang diterbitkan oleh Michell Stuttgart.
  • Instal Ekstensi: Klik tombol Install untuk menginstalnya.
  • Cek Ekstensi Terpasang: Setelah instalasi, Anda dapat melihat kedua ekstensi di daftar Extensions yang terpasang di sidebar.
  • Restart Visual Studio Code: Meskipun tidak selalu diperlukan, terkadang lebih baik untuk merestart Visual Studio Code agar ekstensi bekerja dengan baik.
  • Buka File Kode: Buka file Python atau XML yang ingin Anda kerjakan di dalam proyek Odoo Anda.
  • Gunakan Snippet: Ketik nama snippet yang diinginkan, kemudian tekan Tab untuk menggunakannya.

Jalankan Visual Studio Code: Buka aplikasi Visual Studio Code di komputer Anda.

  • Akses Marketplace: Klik ikon Extensions di sidebar kiri (ikon yang terlihat seperti kotak atau blok).
  • Cari Ekstensi: Di bilah pencarian di bagian atas sidebar, ketik nama ekstensi yang ingin Anda instal.
  • Cari Ekstensi: Ketik “Odoo Snippets” di bilah pencarian.
  • Pilih Ekstensi: Temukan ekstensi dengan nama “Odoo Snippets” yang diterbitkan oleh Droggol.
  • Instal Ekstensi: Klik tombol Install untuk menginstalnya.
  • Cari Ekstensi: Masih di bilah pencarian, ketik “Odoo Code Snippets”.
  • Pilih Ekstensi: Temukan ekstensi dengan nama “Odoo Code Snippets” yang diterbitkan oleh Michell Stuttgart.
  • Instal Ekstensi: Klik tombol Install untuk menginstalnya.
  • Cek Ekstensi Terpasang: Setelah instalasi, Anda dapat melihat kedua ekstensi di daftar Extensions yang terpasang di sidebar.
  • Restart Visual Studio Code: Meskipun tidak selalu diperlukan, terkadang lebih baik untuk merestart Visual Studio Code agar ekstensi bekerja dengan baik.
  • Buka File Kode: Buka file Python atau XML yang ingin Anda kerjakan di dalam proyek Odoo Anda.
  • Gunakan Snippet: Ketik nama snippet yang diinginkan, kemudian tekan Tab untuk menggunakannya.

Catatan Tambahan

  • Kita dapat menyesuaikan pengaturan ekstensi melalui menu pengaturan Visual Studio Code jika diperlukan.
  • Pastikan untuk membaca dokumentasi masing-masing ekstensi untuk mengetahui fitur-fitur tambahan dan cara penggunaannya.

Dengan langkah-langkah di atas, kita sekarang siap untuk menggunakan Odoo Snippets dan Odoo Code Snippets di Visual Studio Code.

Terminal

Berikut adalah tutorial untuk menggunakan Terminal di Visual Studio Code, termasuk cara membuka dan menutup terminal melalui menu atau shortcut.

Langkah 1: Buka Visual Studio Code


Jalankan Visual Studio Code: Buka aplikasi Visual Studio Code di komputer Anda.

Anda dapat membuka terminal dengan dua cara:

Metode 1: Menggunakan Menu

  1. Klik Menu Terminal: Di bagian atas jendela Visual Studio Code, klik pada menu Terminal.
  2. Pilih New Terminal: Dari dropdown, pilih New Terminal. Ini akan membuka terminal baru di bagian bawah jendela.

Metode 2: Menggunakan Shortcut

  1. Tekan Shortcut: Tekan Ctrl + (backtick) pada keyboard Anda. (Pada macOS, tekan Cmd + (backtick)).
    • Jika keyboard Anda tidak memiliki tombol backtick, Anda dapat menggunakan Ctrl + Shift + P (macOS: Cmd + Shift + P) untuk membuka Command Palette, lalu ketik “Terminal: New Terminal” dan tekan Enter.
  • Menjalankan Perintah: Setelah terminal terbuka, Anda bisa mengetikkan perintah seperti biasa, misalnya npm install, python script.py, dll.
  • Terminal Multiline: Anda dapat membuka beberapa terminal dengan mengikuti langkah yang sama. Setiap terminal akan muncul di bagian bawah dengan tab terpisah.

Anda dapat menutup terminal dengan dua cara:

Metode 1: Menggunakan Menu

  1. Klik Menu Terminal: Di bagian atas jendela Visual Studio Code, klik pada menu Terminal.
  2. Pilih Kill Terminal: Dari dropdown, pilih Kill Terminal untuk menutup terminal yang aktif.

Metode 2: Menggunakan Shortcut

  1. Tekan Shortcut: Tekan Ctrl + Shift + W untuk menutup terminal aktif. (Pada macOS, tekan Cmd + Shift + W).

Jika Anda ingin menyembunyikan terminal tanpa menutupnya, Anda dapat melakukannya dengan cara berikut:

  1. Klik Icon Panah: Klik icon panah kecil di bagian atas terminal untuk menyembunyikan terminal.
  2. Gunakan Shortcut: Tekan Ctrl + J (macOS: Cmd + J) untuk menyembunyikan atau menampilkan terminal.

Jalankan Visual Studio Code: Buka aplikasi Visual Studio Code di komputer Anda.

Anda dapat membuka terminal dengan dua cara:

Metode 1: Menggunakan Menu

  1. Klik Menu Terminal: Di bagian atas jendela Visual Studio Code, klik pada menu Terminal.
  2. Pilih New Terminal: Dari dropdown, pilih New Terminal. Ini akan membuka terminal baru di bagian bawah jendela.

Metode 2: Menggunakan Shortcut

  1. Tekan Shortcut: Tekan Ctrl + (backtick) pada keyboard Anda. (Pada macOS, tekan Cmd + (backtick)).
    • Jika keyboard Anda tidak memiliki tombol backtick, Anda dapat menggunakan Ctrl + Shift + P (macOS: Cmd + Shift + P) untuk membuka Command Palette, lalu ketik “Terminal: New Terminal” dan tekan Enter.
  • Menjalankan Perintah: Setelah terminal terbuka, Anda bisa mengetikkan perintah seperti biasa, misalnya npm install, python script.py, dll.
  • Terminal Multiline: Anda dapat membuka beberapa terminal dengan mengikuti langkah yang sama. Setiap terminal akan muncul di bagian bawah dengan tab terpisah.

Anda dapat menutup terminal dengan dua cara:

Metode 1: Menggunakan Menu

  1. Klik Menu Terminal: Di bagian atas jendela Visual Studio Code, klik pada menu Terminal.
  2. Pilih Kill Terminal: Dari dropdown, pilih Kill Terminal untuk menutup terminal yang aktif.

Metode 2: Menggunakan Shortcut

  1. Tekan Shortcut: Tekan Ctrl + Shift + W untuk menutup terminal aktif. (Pada macOS, tekan Cmd + Shift + W).

Jika Anda ingin menyembunyikan terminal tanpa menutupnya, Anda dapat melakukannya dengan cara berikut:

  1. Klik Icon Panah: Klik icon panah kecil di bagian atas terminal untuk menyembunyikan terminal.
  2. Gunakan Shortcut: Tekan Ctrl + J (macOS: Cmd + J) untuk menyembunyikan atau menampilkan terminal.

Tips Tambahan

  • Pengaturan Terminal: Anda dapat menyesuaikan pengaturan terminal dengan membuka Settings (Ctrl + ,) dan mencari “terminal”. Di sini Anda bisa mengubah tema, font, dan opsi lainnya.
  • Terminal Default: Anda bisa mengubah terminal default jika Anda memiliki beberapa terminal yang terinstal di sistem Anda. Pilih menu Terminal > Select Default Shell.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat dengan mudah membuka, menggunakan, dan menutup terminal di Visual Studio Code. Selamat mencoba! Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.

terminal-320x320px

terminal-320x320px

Odoo 18 CE

Berikut adalah tutorial langkah demi langkah untuk mendownload Odoo 18 Community Edition dari situs resmi:

Langkah 1: Buka Website Odoo


  • Buka Browser: Gunakan browser favorit Anda (seperti Chrome, Firefox, atau Edge).
  • Akses Link Download: Ketik atau salin tautan berikut ke bilah alamat browser Anda: https://www.odoo.com/id_ID/page/download.
  • Temukan Odoo 18: Di halaman download, Anda akan melihat berbagai versi Odoo yang tersedia. Pastikan untuk memilih Odoo 18 Community Edition.
  • Pilih Sistem Operasi: Anda akan melihat beberapa opsi untuk sistem operasi. Pilih sesuai dengan sistem operasi yang Anda gunakan (Windows, Linux, atau macOS).

Klik Tombol Download: Setelah memilih sistem operasi yang sesuai, klik tombol Download untuk mengunduh file installer.

  • Untuk Windows, ini biasanya berupa file .exe.
  • Untuk Linux, mungkin berupa file .deb atau .tar.gz.
  • Untuk macOS, akan ada file .dmg yang diunduh.

Proses Download: Tunggu beberapa saat hingga file selesai diunduh. Anda dapat memantau kemajuan download di bagian bawah browser Anda.

  • Buka Browser: Gunakan browser favorit Anda (seperti Chrome, Firefox, atau Edge).
  • Akses Link Download: Ketik atau salin tautan berikut ke bilah alamat browser Anda: https://www.odoo.com/id_ID/page/download.
  • Temukan Odoo 18: Di halaman download, Anda akan melihat berbagai versi Odoo yang tersedia. Pastikan untuk memilih Odoo 18 Community Edition.
  • Pilih Sistem Operasi: Anda akan melihat beberapa opsi untuk sistem operasi. Pilih sesuai dengan sistem operasi yang Anda gunakan (Windows, Linux, atau macOS).

Klik Tombol Download: Setelah memilih sistem operasi yang sesuai, klik tombol Download untuk mengunduh file installer.

  • Untuk Windows, ini biasanya berupa file .exe.
  • Untuk Linux, mungkin berupa file .deb atau .tar.gz.
  • Untuk macOS, akan ada file .dmg yang diunduh.

Proses Download: Tunggu beberapa saat hingga file selesai diunduh. Anda dapat memantau kemajuan download di bagian bawah browser Anda.

Odoo Server

Tutorial Odoo Server 18: Fungsi dan Cara Restart, Stop, dan Start

Odoo Server adalah komponen inti dari sistem Odoo yang mengelola semua logika aplikasi dan database. Memahami cara mengelola Odoo Server sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional aplikasi. Berikut adalah panduan lengkap tentang fungsi Odoo Server dan cara untuk melakukan restart, stop, dan start.

Fungsi Odoo Server

  • Mengelola Permintaan: Odoo Server menerima dan mengelola permintaan dari klien (browser) dan mengembalikan respons.
  • Koneksi Database: Server mengelola koneksi ke database PostgreSQL, menyimpan dan mengambil data yang diperlukan.
  • Eksekusi Logika Bisnis: Menangani semua proses dan logika bisnis yang dijalankan oleh modul Odoo.
  • Integrasi API: Memungkinkan komunikasi dengan aplikasi eksternal melalui API.

Cara Mengelola Odoo Server

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan restart, stop, dan start Odoo Server.

Membuka Terminal


Sebelum Anda mulai, buka terminal di sistem operasi Anda. Pastikan Anda memiliki akses ke akun yang memiliki izin untuk mengelola Odoo Server (biasanya pengguna dengan hak akses root atau pengguna yang diatur untuk menjalankan Odoo).

Pastikan Anda mengetahui lokasi instalasi Odoo Anda. Biasanya, Odoo diinstal di /opt/odoo atau direktori lain yang Anda pilih saat instalasi.

Untuk memulai Odoo Server, gunakan perintah berikut:

				
					sudo systemctl start odoo				
			

Jika Anda menggunakan versi tertentu atau telah mengubah nama layanan, sesuaikan odoo dengan nama layanan yang sesuai.

Untuk menghentikan Odoo Server, gunakan perintah berikut:

				
					sudo systemctl stop odoo				
			

Ini akan menghentikan proses Odoo Server secara aman.

Jika Anda perlu menerapkan perubahan konfigurasi atau memperbarui modul, Anda bisa merestart Odoo Server dengan perintah berikut:

				
					sudo systemctl restart odoo				
			

Perintah ini akan menghentikan server dan memulai kembali semua proses.

Untuk memeriksa status Odoo Server dan memastikan bahwa ia berjalan dengan baik, gunakan perintah:

				
					sudo systemctl status odoo				
			

Ini akan memberikan informasi apakah server sedang aktif dan tidak ada masalah yang terjadi.

Sebelum Anda mulai, buka terminal di sistem operasi Anda. Pastikan Anda memiliki akses ke akun yang memiliki izin untuk mengelola Odoo Server (biasanya pengguna dengan hak akses root atau pengguna yang diatur untuk menjalankan Odoo).

Pastikan Anda mengetahui lokasi instalasi Odoo Anda. Biasanya, Odoo diinstal di /opt/odoo atau direktori lain yang Anda pilih saat instalasi.

Untuk memulai Odoo Server, gunakan perintah berikut:

				
					sudo systemctl start odoo				
			

Jika Anda menggunakan versi tertentu atau telah mengubah nama layanan, sesuaikan odoo dengan nama layanan yang sesuai.

Untuk menghentikan Odoo Server, gunakan perintah berikut:

				
					sudo systemctl stop odoo				
			

Ini akan menghentikan proses Odoo Server secara aman.

Jika Anda perlu menerapkan perubahan konfigurasi atau memperbarui modul, Anda bisa merestart Odoo Server dengan perintah berikut:

				
					sudo systemctl restart odoo				
			

Perintah ini akan menghentikan server dan memulai kembali semua proses.

Untuk memeriksa status Odoo Server dan memastikan bahwa ia berjalan dengan baik, gunakan perintah:

				
					sudo systemctl status odoo				
			

Ini akan memberikan informasi apakah server sedang aktif dan tidak ada masalah yang terjadi.

Catatan Tambahan

  • Logs: Jika Anda mengalami masalah saat menjalankan Odoo Server, periksa log untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Log biasanya terletak di /var/log/odoo/odoo-server.log.
  • Konfigurasi: Pastikan Anda telah mengonfigurasi file konfigurasi Odoo dengan benar, biasanya berada di /etc/odoo.conf.

Dengan memahami cara mengelola Odoo Server, Anda dapat memastikan bahwa aplikasi berjalan dengan lancar dan dapat merespons permintaan pengguna dengan cepat. Pastikan untuk melakukan prosedur ini dengan hati-hati untuk menjaga integritas sistem Anda. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya!

Articles

odooServer

Basic Class

Buat File course.py di Folder models

				
					ais/
  ├── __init__.py
  ├── __manifest__.py
  ├── models/
  │   └── course.py
  └── views/
      
				
			

Buka file course.py di dalam folder models/ dan gunakan snippets:

oimp: Mengimpor library Odoo seperti models dan fields.
				
					from odoo import _, api, fields, models				
			
				
					class Course(models.Model):
    _name = 'ais.course'
    _description = 'ais.course'				
			
				
					name = fields.Char(string='Course Name')				
			
				
					description = fields.Text(string='Description')				
			
				
					start_date = fields.Date(string='Start Date')				
			
				
					_sql_constraints = [
        # Constraint 1: Name harus unik
        ('course_name_unique', 'UNIQUE(name)', 'Course name must be unique!'),

        # Constraint 2: Name dan Description tidak boleh sama
        ('course_name_description_check', 
         'CHECK(name != description)', 
         'Course name and description cannot be the same!')
    ]				
			

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita berhasil membuat model Course di Odoo 18 yang memiliki field name, description, dan start_date. Kita juga telah menambahkan SQL constraints untuk memastikan bahwa nama kursus unik dan tidak sama dengan deskripsi kursus.

				
					from odoo import _, api, fields, models

class Course(models.Model):
    _name = 'ais.course'
    _description = 'ais.course'

    name = fields.Char(string='Course Name')
    description = fields.Text(string='Description')
    start_date = fields.Date(string='Start Date')

    _sql_constraints = [
        # Constraint 1: Name harus unik
        ('course_name_unique', 'UNIQUE(name)', 'Course name must be unique!'),

        # Constraint 2: Name dan Description tidak boleh sama
        ('course_name_description_check', 
         'CHECK(name != description)', 
         'Course name and description cannot be the same!')
    ]				
			

__init__.py

Di dalam pengembangan modul Odoo, file __init__.py di dalam folder models memiliki peran yang sangat penting. File ini digunakan untuk menginisialisasi dan memuat model-model Python yang ada di dalam folder tersebut, sehingga Odoo dapat mengenali dan menggunakannya dalam sistem.

Fungsi __init__.py dalam Folder models pada Odoo 18

File __init__.py digunakan untuk memberitahu Python bahwa folder models adalah sebuah package Python. Dalam konteks Odoo, file ini juga digunakan untuk mengimpor file-file model yang ada di dalam folder tersebut, sehingga Odoo bisa mengenali model-model tersebut dan menambahkannya ke dalam sistem basis data.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

Menginisialisasi Modul Odoo

Ketika Odoo dijalankan, Odoo memuat semua file yang ada dalam struktur direktori modul Anda. Folder models biasanya berisi file Python yang mendefinisikan model-model Odoo. Agar Odoo dapat mengakses dan menggunakan model-model ini, kita perlu mengimpor file model ke dalam Odoo. __init__.py di folder models digunakan untuk mengimpor file-model Python tersebut.

Biasanya, di dalam folder models terdapat beberapa file Python yang berisi definisi model (misalnya course.py, session.py, dll). Dalam file __init__.py, kita akan mengimpor semua model yang ingin dimuat oleh Odoo.

Berikut adalah contoh sederhana file __init__.py di dalam folder models:

				
					# __init__.py di dalam folder models

from . import course  # Mengimpor file course.py yang berada di folder models
from . import session  # Mengimpor file product.py jika ada
				
			

Penjelasan Kode di atas:

  • from . import course: Baris ini mengimpor file course.py di dalam folder models. Jadi, jika ada model Course yang didefinisikan dalam course.py, model ini akan dimuat oleh Odoo.

  • from . import session: Jika ada file lain (misalnya session.py), kita dapat mengimpornya dengan cara yang sama.

Setiap file yang diimpor di dalam __init__.py berfungsi untuk memuat dan menjalankan kode dalam file tersebut, dan Odoo akan mengenali kelas model yang didefinisikan di dalamnya.

Tanpa adanya file __init__.py di dalam folder models, Odoo tidak akan dapat menemukan model-model yang ada di dalam folder tersebut, meskipun file Python sudah ada. File ini adalah cara Python dan Odoo mengenali folder models sebagai package dan menginisialisasi file-file Python di dalamnya.

Untuk modul Odoo 18 (dan versi sebelumnya), file __init__.py pada dasarnya bekerja dengan cara yang sama. Biasanya Anda akan melihat file __init__.py yang mengimpor model-model di dalam folder models, tetapi terkadang juga bisa mengimpor file lain yang ada di dalam folder lain (misalnya folder controllers untuk controller HTTP, atau folder wizard untuk wizard).

Contoh lengkap folder dan struktur file untuk modul Odoo bisa terlihat seperti berikut:

				
					ais/
  ├── __init__.py               # File inisialisasi untuk modul ini
  ├── __manifest__.py           # Deskripsi dan metadata modul
  ├── models/                   # Folder untuk model-model Python
  │   ├── __init__.py           # Mengimpor model-model di folder ini
  │   ├── course.py             # File model course.py
  │   └── session.py            # File model session.py (opsional)
  ├── controllers/              # Folder untuk controller (opsional)
  ├── views/                    # Folder untuk views (XML)
  ├── static/                   # Folder untuk file statis (misalnya CSS, JS)
  └── wizard/                   # Folder untuk wizard (opsional)
				
			

Jika kita tidak membuat file __init__.py di dalam folder models, Odoo tidak akan dapat memuat atau mengakses model yang didefinisikan di dalamnya. Hal ini akan menyebabkan Odoo tidak dapat menemukan model kita, yang artinya entitas (seperti menu, form, atau record) yang berhubungan dengan model tersebut tidak akan berfungsi.

Misalnya, jika Anda memiliki file model course.py di dalam folder models, berikut adalah contoh file __init__.py untuk memastikan Odoo dapat mengenali model Course yang ada di dalam course.py.

Struktur Folder:

				
					ais/
  ├── __init__.py
  ├── models/
  │   ├── __init__.py
  │   └── course.py
				
			

Isi __init__.py di Folder models:

				
					# __init__.py di folder models
from . import course  # Memastikan Odoo memuat file course.py
				
			

Isi course.py:

				
					from odoo import _, api, fields, models

class Course(models.Model):
    _name = 'ais.course'
    _description = 'ais.course'

    name = fields.Char(string='Course Name')
    description = fields.Text(string='Description')
    start_date = fields.Date(string='Start Date')

    _sql_constraints = [
        # Constraint 1: Name harus unik
        ('course_name_unique', 'UNIQUE(name)', 'Course name must be unique!'),

        # Constraint 2: Name dan Description tidak boleh sama
        ('course_name_description_check', 
         'CHECK(name != description)', 
         'Course name and description cannot be the same!')
    ]

				
			

Tanpa __init__.py di dalam folder models, file course.py tidak akan dikenali oleh Odoo, dan kita tidak akan dapat menggunakan model course.module.

File __init__.py di dalam folder models adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan modul Odoo. File ini memungkinkan Odoo untuk memuat dan menginisialisasi model-model yang ada di folder tersebut, sehingga aplikasi Odoo dapat mengenali dan menggunakan model yang telah kita buat. Dengan kata lain, __init__.py bertanggung jawab untuk memastikan semua file Python di dalam folder models dapat diimpor dan dikenali oleh sistem Odoo.

ir.model.access.csv

Setelah membuat model course.py di Odoo, langkah selanjutnya adalah menambahkan akses kontrol untuk model yang baru saja Anda buat. Akses kontrol ini ditentukan dalam file CSV, yang disimpan di folder security dalam modul Odoo Anda. Akses ini akan mengontrol siapa yang memiliki izin untuk membaca, menulis, membuat, dan menghapus data model course.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menambahkan akses di file ir.model.access.csv di folder security:

Langkah-langkah untuk Menambahkan Akses di File ir.model.access.csv

Struktur Folder Modul

Pastikan struktur folder Anda sudah benar dan sudah ada folder security. Jika folder security belum ada, buatlah terlebih dahulu.

Struktur folder modul Anda akan terlihat seperti berikut:

				
					course_module/
  ├── __init__.py
  ├── __manifest__.py
  ├── models/
  │   ├── __init__.py
  │   └── course.py
  ├── security/                # Folder untuk file keamanan dan akses kontrol
  │   └── ir.model.access.csv  # File akses untuk model
  ├── views/
  ├── controllers/
  └── wizard/
				
			

Di dalam folder security/, buat atau edit file ir.model.access.csv. File CSV ini akan berisi aturan akses untuk model yang baru Anda buat (dalam hal ini model course.module).

Format file ir.model.access.csv adalah seperti berikut:

				
					id,name,model_id:id,group_id:id,perm_read,perm_write,perm_create,perm_unlink
				
			
  • id: ID unik untuk aturan akses.
  • name: Nama aturan akses.
  • model_id:id: Nama teknis dari model yang diakses (misalnya model_course_module untuk model course.module).
  • group_id:id: ID grup yang memiliki akses. Jika kosong, berarti akses berlaku untuk semua grup (atau semua pengguna).
  • perm_read, perm_write, perm_create, perm_unlink: Opsi izin akses (0 atau 1) untuk membaca, menulis, membuat, dan menghapus.

Berikut setelah file ir.model.access.csv diedit untuk model course.module:

				
					id,name,model_id:id,group_id:id,perm_read,perm_write,perm_create,perm_unlink
access_ais_course,ais.course,model_ais_course,,1,1,1,1
				
			

Penjelasan File CSV di atas:

  • id: access_course — ID akses yang unik.
  • name: access.course — Nama akses, yang bisa Anda gunakan dalam logika Odoo jika diperlukan.
  • model_id:id: model_course_module — Nama teknis dari model Anda (yaitu course.module). Ini memberitahu Odoo model mana yang akan diberi akses.
  • group_id:id: Dibiarkan kosong ("") berarti akses ini berlaku untuk semua pengguna yang memiliki akses ke model tersebut. Jika Anda ingin membatasi akses hanya untuk grup tertentu, Anda dapat mengganti dengan ID grup, seperti base.group_user.
  • perm_read: 1 — Mengizinkan pembacaan data.
  • perm_write: 1 — Mengizinkan penulisan data.
  • perm_create: 1 — Mengizinkan pembuatan data.
  • perm_unlink: 1 — Mengizinkan penghapusan data.

Jika Anda ingin memberikan akses hanya kepada grup tertentu, kita perlu mendefinisikan ID grup di bagian group_id:id. Misalnya, untuk memberi akses hanya kepada grup User (base.group_user), Anda bisa menambahkan baris seperti berikut:

				
					# ir.model.access.csv
id,name,model_id:id,group_id:id,perm_read,perm_write,perm_create,perm_unlink
access_course,access.course,model_course_module,base.group_user,1,1,1,1
				
			

Di sini, hanya pengguna yang merupakan bagian dari grup base.group_user yang akan memiliki akses untuk membaca, menulis, membuat, dan menghapus data model course.module.

Basic View

Berikut adalah tutorial cara membuat Basic View di Odoo untuk model course.module menggunakan snippet Odoo untuk membuat tree view dan form view di file course.xml. Tutorial ini akan menggunakan snippet seperti otree untuk tree view, oform untuk form view, dan ofield untuk menampilkan field name, description, dan start_date.

Langkah-langkah Membuat Basic View di Odoo dengan Snippet

Struktur Folder Modul

Pastikan struktur folder modul Odoo Anda sudah benar dan folder views sudah ada.

				
					course_module/
  ├── __init__.py
  ├── __manifest__.py
  ├── models/
  │   ├── __init__.py
  │   └── course.py
  ├── views/                    # Folder untuk file XML Views
  │   └── course.xml            # File XML untuk views
  ├── security/                 # Folder untuk file keamanan
  │   └── ir.model.access.csv
  └── controllers/
				
			

Di dalam folder views/, buat file course.xml. Di sini kita akan menggunakan snippet untuk tree view, form view, dan field view.

				
					<p class="random-text">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit.</p>				
			

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>: Ini adalah deklarasi XML standar yang memberitahukan bahwa file ini adalah sebuah dokumen XML yang sesuai dengan standar XML versi 1.0 dan menggunakan encoding UTF-8. UTF-8 adalah standar pengkodean karakter yang mendukung banyak bahasa dan simbol internasional, memastikan bahwa karakter-karakter non-ASCII bisa ditangani dengan benar di dalam file XML.

<odoo> adalah tag root atau tag pembuka utama dalam file XML untuk Odoo. Semua konten yang berkaitan dengan definisi model, view, atau komponen lainnya di Odoo harus berada di dalam tag ini.

  • Di dalam file XML untuk Odoo, elemen-elemen seperti views, actions, models, menus, fields, dan sebagainya didefinisikan di dalam tag <odoo>.
  • Tag penutup </odoo> menunjukkan akhir dari bagian yang terkait dengan konfigurasi Odoo di dalam file ini.
  • Dalam konteks Odoo, tag <odoo> menjadi penanda bahwa file tersebut akan mengandung data konfigurasi dan definisi yang akan digunakan oleh Odoo untuk memuat berbagai komponen, seperti views, model, menu, dan actions.
  • Semua definisi dalam file XML ini (misalnya untuk mendefinisikan views, actions, atau menu) akan diatur dan dikenali oleh Odoo jika diletakkan di dalam tag <odoo>.

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>untuk deklarasi XML dan tag <odoo> bisa menggunakan snippet odoo sehingga secara lengkap akan menjadi seperti dibawah ini:

				
					<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<odoo>
    
</odoo>
				
			

Di dalam tag <odoo>, Anda bisa menambahkan berbagai snippet otree untuk mendefinisikan tree view di dalam aplikasi Odoo kita. Dalam hal ini, snippet otree akan digunakan untuk mendefinisikan tampilan tree view untuk model course yang telah kita buat:

				
					
    <!-- ais.course tree view -->
    <record id="ais.course_view_tree" model="ir.ui.view">
        <field name="name">ais.course.view.tree</field>
        <field name="model">ais.course</field>
        <field name="arch" type="xml">
            <tree>
                <!-- Add your fields here -->
                
            </tree>
        </field>
    </record>
    				
			

Di dalam tag <odoo>, Kita bisa menambahkan snippet oform untuk mendefinisikan form view di dalam aplikasi Odoo kita. Dalam hal ini, snippet oform akan digunakan untuk mendefinisikan tampilan form view untuk model course yang telah kita buat:

				
					
    <!-- ais.course form view -->
    <record id="ais.course_view_form" model="ir.ui.view">
        <field name="name">ais.course.view.form</field>
        <field name="model">ais.course</field>
        <field name="arch" type="xml">
            <form string="">
                <sheet>
                    <group>
                        <!-- Add your fields here -->
                        
                    </group>
                </sheet>
            </form>
        </field>
    </record>
    				
			

<field> digunakan untuk menampilkan kolom atau field tertentu dalam form atau tree view. Misalnya, untuk menampilkan nama, deskripsi, dan tanggal mulai (start_date), Kita akan menggunakan elemen <field> di dalam form atau tree view dengan menggunakan snippet ofield sehingga menjadi dibawah ini:

				
					<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<odoo>

    <!-- ais.course tree view -->
    <record id="ais.course_view_tree" model="ir.ui.view">
        <field name="name">ais.course.view.tree</field>
        <field name="model">ais.course</field>
        <field name="arch" type="xml">
            <tree>
                <!-- Add your fields here -->
                <field name="name"/>
                <field name="description"/>
                <field name="start_date"/>
            </tree>
        </field>
    </record>

    <!-- ais.course form view -->
    <record id="ais.course_view_form" model="ir.ui.view">
        <field name="name">ais.course.view.form</field>
        <field name="model">ais.course</field>
        <field name="arch" type="xml">
            <form string="">
                <sheet>
                    <group>
                        <!-- Add your fields here -->
                        <field name="name"/>
                        <field name="description"/>
                        <field name="start_date"/>
                    </group>
                </sheet>
            </form>
        </field>
    </record>

</odoo>
				
			

Action Window

Berikut adalah snippet oact yang membuat action untuk model course:

				
					
    <!-- academy.course action window -->
    <record id="academy.course_action" model="ir.actions.act_window">
        <field name="name">academy.course.action</field>
        <field name="type">ir.actions.act_window</field>
        <field name="res_model">academy.course</field>
        <field name="view_mode">tree,form</field>
        <field name="domain">[]</field>
        <field name="context">{}</field>
        <field name="help" type="html">
            <p class="oe_view_nocontent_create">
                <!-- Add Text Here -->
                Create Course
            </p><p>
                <!-- More details about what a user can do with this object will be OK --> 
                Easily design and launch your own online courses with our intuitive platform. 
                Customize content, add multimedia, and track student progress, all in one place. 
                Whether you're an educator or a business, our tools help you create engaging learning experiences quickly and efficiently.
            </p>
        </field>
        
    </record>
				
			

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing elemen di dalam snippet XML di atas:

  • id="ais.course_action": ID unik untuk action ini. ID ini digunakan untuk referensi dari bagian lain (misalnya menu atau tombol di tampilan).

  • name="Course": Nama action yang akan muncul di antarmuka Odoo.

  • type="ir.actions.act_window": Jenis action ini adalah window action, yang berarti ketika action ini dijalankan, Odoo akan membuka jendela baru (misalnya tampilan tree dan form).

  • res_model="ais.course": Model yang terkait dengan action ini, yaitu model academy.course. Ini berarti action ini akan bekerja dengan objek dari model tersebut.

  • view_mode="tree,form": Mode tampilan yang akan digunakan ketika action ini dijalankan. Di sini, pengguna dapat memilih tampilan daftar (tree) atau tampilan form untuk melihat atau mengedit data kursus.

  • domain="[]": Menentukan filter domain untuk memilih data yang akan ditampilkan. [] berarti tidak ada filter, sehingga semua data kursus akan ditampilkan.

  • context={}: Menentukan konteks khusus yang akan diteruskan ke tampilan atau data. Di sini, konteksnya kosong.

  • help: Menyediakan pesan bantuan di dalam tampilan. Ini menggunakan HTML untuk menampilkan pesan informasi kepada pengguna tentang cara membuat kursus.

Basic Menu

Untuk membuat menu di dalam Odoo, kita perlu menambahkan file menu.xml yang mendefinisikan struktur menu untuk modul kita. Dalam tutorial ini, kita akan membuat menu menggunakan snippet omenur.

Buat File menu.xml

Di dalam folder views, buat file baru dengan nama menu.xml. Ini akan menjadi tempat kita mendefinisikan struktur menu.

Menu yang perlu kita buat adalah root menu untuk modul kita. Menu utama ini akan menjadi menu induk yang akan muncul di sidebar Odoo, yang biasanya merupakan nama besar untuk modul.

				
					<!-- This Menu Item will appear in the Upper bar, that's why It needs NO parent or action -->
<menuitem id="ais_menu_root" name="Academy IS" sequence="5"/>
				
			

Penjelasan:

  • id="ais_menu_root": ID unik untuk menu ini. ID ini digunakan untuk referensi, misalnya ketika Anda ingin menambahkan submenu di bawah menu ini.
  • name="Academy IS": Nama menu yang akan ditampilkan di antarmuka Odoo.
  • sequence="5": Urutan tampilan menu. Menu dengan nilai sequence lebih rendah akan muncul lebih dahulu di sidebar. Nilai ini dapat diubah sesuai dengan preferensi.

Setelah kita membuat menu utama, kita perlu menambahkan submenu di bawahnya, yaitu untuk Course.

Buka file course.xml tambahkan Submenu dibaris paling bawah, sebelum </odoo> dengan snippet omenua.

				
					<!-- This Menu Item must have a parent and an action -->
    <menuitem id="ais.course_menu_act" 
        name="Course" 
        parent="ais_menu_root" 
        action="ais.course_action" 
        sequence="1"/>				
			

Penjelasan:

  • parent="ais_menu_root": Menunjukkan bahwa submenu ini juga berada di bawah menu utama ais_menu_root.
  • action="ais.course_action": Menunjukkan aksi yang akan dilakukan ketika submenu ini dipilih, misalnya membuka tampilan untuk manajemen course.
  • sequence="2": Urutan submenu ini dalam menu.

Setelah di tambahkan Submenu untuk course di course.xml maka source code di dalam course.xml menjadi seperti di bawah ini:

				
					<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<odoo>

    <!-- ais.course tree view -->
    <record id="ais.course_view_tree" model="ir.ui.view">
        <field name="name">ais.course.view.tree</field>
        <field name="model">ais.course</field>
        <field name="arch" type="xml">
            <tree>
                <!-- Add your fields here -->
                <field name="name"/>
                <field name="description"/>
                <field name="start_date"/>
            </tree>
        </field>
    </record>

    <!-- ais.course form view -->
    <record id="ais.course_view_form" model="ir.ui.view">
        <field name="name">ais.course.view.form</field>
        <field name="model">ais.course</field>
        <field name="arch" type="xml">
            <form string="">
                <sheet>
                    <group>
                        <!-- Add your fields here -->
                        <field name="name"/>
                        <field name="description"/>
                        <field name="start_date"/>
                    </group>
                </sheet>
            </form>
        </field>
    </record>

    <!-- academy.course action window -->
    <record id="ais.course_action" model="ir.actions.act_window">
        <field name="name">Course</field>
        <field name="type">ir.actions.act_window</field>
        <field name="res_model">ais.course</field>
        <field name="view_mode">tree,form</field>
        <field name="domain">[]</field>
        <field name="context">{}</field>
        <field name="help" type="html">
            <p class="oe_view_nocontent_create">
                <!-- Add Text Here -->
                Create Course
            </p><p>
                <!-- More details about what a user can do with this object will be OK --> 
                Easily design and launch your own online courses with our intuitive platform. 
                Customize content, add multimedia, and track student progress, all in one place. 
                Whether you're an educator or a business, our tools help you create engaging learning experiences quickly and efficiently.
            </p>
        </field>
    </record>

    <!-- This Menu Item must have a parent and an action -->
    <menuitem id="ais.course_menu_act" 
        name="Course" 
        parent="ais_menu_root" 
        action="ais.course_action" 
        sequence="2"/>

</odoo>
				
			

Buka file __manifest__.py di dalam direktori modul ais kita, tambahkan course.xml dan menu.xml di bagian data.

Hapus # hash symbol di depan 'security/ir.model.access.csv', sehingga source code menjadi seperti di bawah ini:

				
					# always loaded
    'data': [
        'security/ir.model.access.csv',
        'views/views.xml',
        'views/templates.xml',
        'views/course.xml',
        'views/menu.xml',
    ],				
			

Hash Sign

Tanda # yang digunakan untuk menandai komentar dalam kode, baik di Python maupun dalam konteks tertentu di Odoo (seperti di dalam file XML), biasanya disebut dengan “hash” atau “pound sign” dalam bahasa Inggris. Namun, dalam konteks pemrograman, lebih sering disebut sebagai “hash symbol” atau “hash sign” atau hanya “hash”.

Dalam konteks Odoo, tanda # digunakan sebagai komentar dalam file Python dan XML. Komentar ini membantu programmer atau pengembang untuk memberikan penjelasan atau catatan di dalam kode tanpa memengaruhi eksekusi program. Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana tanda # digunakan di kedua jenis file tersebut:

Penggunaan # di File Python

Di dalam file Python (misalnya, dalam definisi model atau logika lainnya di Odoo), tanda # digunakan untuk menambahkan komentar. Komentar ini tidak akan dieksekusi oleh Python. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan penjelasan tentang bagian tertentu dari kode agar lebih mudah dipahami oleh pengembang lain atau bahkan oleh diri sendiri di masa depan.

Contoh Penggunaan # di File Python:

				
					from odoo import _, api, fields, models

class Course(models.Model):
    _name = 'ais.course'
    _description = 'ais.course'

    name = fields.Char(string='Course Name')        # Nama kursus
    description = fields.Text(string='Description') # Deskripsi kursus
    start_date = fields.Date(string='Start Date')   # Tanggal mulai kursus

    _sql_constraints = [
        # Constraint 1: Name harus unik
        ('course_name_unique', 'UNIQUE(name)', 'Course name must be unique!'),

        # Constraint 2: Name dan Description tidak boleh sama
        ('course_name_description_check', 
         'CHECK(name != description)', 
         'Course name and description cannot be the same!')
    ]				
			

Penjelasan:

  • # di akhir baris: Digunakan untuk memberikan komentar pada bagian-bagian tertentu dari kode. Misalnya, di atas, # Nama kursus menjelaskan bahwa field name harus diisi oleh pengguna.
  • Komentar di atas kode: Kadang-kadang komentar diletakkan di atas fungsi atau blok kode untuk menjelaskan fungsionalitasnya. Misalnya, di atas constraints course_name_unique, ada komentar yang menjelaskan bahwa name harus diisi unik.

Kegunaan:

  • Memudahkan pengembang lain untuk memahami apa yang dilakukan kode tersebut.
  • Menyediakan informasi atau penjelasan tambahan tentang bagian tertentu dari kode, misalnya penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh fungsi atau field tertentu.

Di dalam file XML (misalnya, untuk mendefinisikan tampilan atau menu di Odoo), tanda # juga digunakan untuk menambahkan komentar. Komentar ini akan diabaikan oleh Odoo saat membaca file XML, namun sangat berguna untuk memberikan penjelasan atau untuk menonaktifkan sebagian kode sementara.

Contoh Penggunaan # di File XML:

				
					<menuitem id="ais_menu_root" name="Academy IS" sequence="5"/>
<!--
<menuitem id="ais_menu_courses" name="Courses" parent="ais_menu_root" action="ais.course_action" sequence="2"/>
-->
				
			

Penjelasan:

  • <!-- komentar --> adalah format standar komentar dalam XML. Namun, kita juga bisa menggunakan tanda # dalam konteks XML Odoo, terutama pada bagian help atau catatan.
  • # di XML bisa digunakan untuk menonaktifkan sementara kode (terutama di dalam elemen help atau description) atau menambahkan komentar untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang XML tersebut.

Terkadang, kita ingin menambahkan penjelasan atau instruksi dalam tampilan Odoo menggunakan elemen help. Kita bisa menggunakan # untuk memberikan penjelasan lebih lanjut dalam help atau context.

				
					<record id="ais.course_action" model="ir.actions.act_window">
    <field name="name">Courses</field>
    <field name="res_model">ais.course</field>
    <field name="view_mode">tree,form</field>
    <field name="target">current</field>
    <field name="help" type="html">
        <p class="oe_view_nocontent_create">
            <!-- Tambahkan teks di sini -->
            Create a new course to get started.
        </p>
        <p>
            <!-- Lebih banyak detail tentang apa yang dapat dilakukan pengguna dengan objek ini -->
            Easily design and launch your own online courses with our platform.
        </p>
    </field>
</record>
				
			

Penjelasan:

  • <!-- ... -->: Komentar di dalam elemen help untuk memberikan instruksi atau penjelasan lebih lanjut yang akan muncul di tampilan antarmuka Odoo.

Kesimpulan

  • Di Python: Tanda # digunakan untuk menambahkan komentar dalam kode. Komentar ini membantu memberikan penjelasan tentang kode yang ada dan tidak akan dieksekusi oleh Python.
  • Di XML: Tanda # digunakan dalam elemen seperti help untuk memberikan penjelasan tambahan atau untuk menonaktifkan sementara baris kode (seperti yang digunakan dalam elemen menu).

Komentar adalah alat yang sangat berguna untuk menulis kode yang mudah dipahami, terstruktur dengan baik, dan memudahkan kolaborasi dalam pengembangan perangkat lunak.

Jadi, istilah yang tepat dalam bahasa Inggris untuk tanda # yang digunakan sebagai komentar adalah “hash” atau “hash symbol”, dan dalam konteks lebih umum kadang disebut juga “pound sign” atau “octothorpe”.