openSOURCE

openSOURCE

Did You Know?

All your business on one platform

Dashboard

Cara membaca

Estimated reading: 1 minute 39 views

🎯 Tujuan

Agar kita bisa menafsirkan data pipeline bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai informasi strategis untuk langkah penjualan selanjutnya.


πŸ”Ή Langkah Membaca

  1. Lihat Jumlah Opportunity per Stage

    • Banyaknya card di stage tertentu = volume aktivitas di tahap tersebut.

    • Contoh: Proposal ada 1 deal β†’ berarti hanya sedikit prospek yang sedang aktif ditawarkan.

  2. Perhatikan Nilai (Expected Revenue)

    • Angka besar di stage Proposal/Negotiation = potensi revenue tinggi.

    • Contoh: Proposal Rp 166.500.000 β†’ prioritas follow-up harus tinggi.

  3. Analisis Proporsi Won vs Lost

    • Won tinggi = strategi efektif.

    • Lost tinggi = ada masalah pricing, produk, atau follow-up.

  4. Pantau Deal Stuck

    • Jika deal lama tidak berpindah stage = pipeline stagnan.

    • Bisa jadi perlu eskalasi ke Sales Manager.

  5. Gunakan Weighted Revenue

    • Revenue Γ— Probability (%) β†’ untuk forecasting yang lebih realistis.

    • Contoh: Proposal Rp 166.500.000 Γ— 30% = Rp 49.950.000 (forecast).


πŸ”Ž Contoh Kasus – Sales Team Bali

  • Proposal: 1 deal (PT Sinar Jaya Abadi) β†’ Rp 166.500.000.

  • Won: 2 deal β†’ Rp 286.500.000.

  • Lost: 1 deal β†’ Rp 80.000.000.

Interpretasi:

  • Pipeline sehat karena masih ada deal besar di Proposal.

  • Win rate bagus (2 Won vs 1 Lost).

  • Fokus utama: percepat follow-up PT Sinar Jaya Abadi agar cepat masuk ke Negotiation/Won.


🎯 Manfaat untuk Kita

  • Membantu prioritisasi customer mana yang harus difollow-up duluan.

  • Memberikan dasar data untuk strategi meeting mingguan tim Sales.

  • Menjadi indikator kesehatan funnel penjualan.


πŸ“ Berikutnya kita bisa bahas: Jika funnel banyak Lost, perbaiki strategi agar pipeline lebih sehat.

Leave a Comment

Share this Doc

Cara membaca

Or copy link

CONTENTS