π― Tujuan
Agar kita bisa menafsirkan data pipeline bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai informasi strategis untuk langkah penjualan selanjutnya.
πΉ Langkah Membaca
Lihat Jumlah Opportunity per Stage
Banyaknya card di stage tertentu = volume aktivitas di tahap tersebut.
Contoh: Proposal ada 1 deal β berarti hanya sedikit prospek yang sedang aktif ditawarkan.
Perhatikan Nilai (Expected Revenue)
Angka besar di stage Proposal/Negotiation = potensi revenue tinggi.
Contoh: Proposal Rp 166.500.000 β prioritas follow-up harus tinggi.
Analisis Proporsi Won vs Lost
Won tinggi = strategi efektif.
Lost tinggi = ada masalah pricing, produk, atau follow-up.
Pantau Deal Stuck
Jika deal lama tidak berpindah stage = pipeline stagnan.
Bisa jadi perlu eskalasi ke Sales Manager.
Gunakan Weighted Revenue
Revenue Γ Probability (%) β untuk forecasting yang lebih realistis.
Contoh: Proposal Rp 166.500.000 Γ 30% = Rp 49.950.000 (forecast).
π Contoh Kasus β Sales Team Bali
Proposal: 1 deal (PT Sinar Jaya Abadi) β Rp 166.500.000.
Won: 2 deal β Rp 286.500.000.
Lost: 1 deal β Rp 80.000.000.
Interpretasi:
Pipeline sehat karena masih ada deal besar di Proposal.
Win rate bagus (2 Won vs 1 Lost).
Fokus utama: percepat follow-up PT Sinar Jaya Abadi agar cepat masuk ke Negotiation/Won.
π― Manfaat untuk Kita
Membantu prioritisasi customer mana yang harus difollow-up duluan.
Memberikan dasar data untuk strategi meeting mingguan tim Sales.
Menjadi indikator kesehatan funnel penjualan.
π Berikutnya kita bisa bahas: Jika funnel banyak Lost, perbaiki strategi agar pipeline lebih sehat.

