π― Definisi
Pipeline stagnan terjadi ketika opportunity lama tidak berpindah stage (misalnya berbulan-bulan tetap di Proposal). Hal ini berbahaya karena membuat forecast revenue tidak akurat dan menunjukkan kurangnya kontrol follow-up.
πΉ Penyebab Umum Pipeline Stagnan
Tidak ada aktivitas follow-up β sales lupa atau sibuk dengan deal lain.
Customer tidak responsif β belum ada kejelasan dari pihak customer.
Negosiasi berlarut-larut β harga, scope, atau kontrak tidak disepakati.
Kurang monitoring β Sales Manager tidak melihat pipeline detail.
πΉ Follow-up Policy untuk Mencegah Stagnasi
Set Next Activity Wajib
Setiap deal harus ada aktivitas (call/email/meeting) yang terjadwal.
SLA: tidak boleh ada opportunity >7 hari tanpa aktivitas.
Stage Expiry Policy
Jika deal stuck di satu stage >30 hari β otomatis ditandai βAt Riskβ oleh sistem.
Pipeline Review Mingguan
Sales Manager & tim review pipeline tiap minggu, bahas deal yang tidak bergerak.
Lost by Default
Jika deal stagnan >90 hari tanpa perkembangan β ditutup Lost dengan alasan βStagnantβ.
π Contoh Kasus β PT Sinar Jaya Abadi
Deal Implementasi Odoo ERP berada di Proposal Stage selama 20 hari.
Follow-up policy β Sales Executive wajib lakukan call ke Andi (Procurement).
Jika Andi tidak respons setelah 30 hari β sistem beri tag At Risk.
Setelah 45 hari β Sales Manager turun tangan negosiasi langsung.
π― Manfaat untuk Kita
Membuat pipeline tetap dinamis & sehat.
Memaksa tim sales lebih disiplin dalam follow-up.
Membuat forecast revenue lebih realistis & kredibel.
π Setelah ini, kita siap masuk ke Bab VII. SOP (Standard Operating Procedure) untuk merangkum standar kerja operasional CRMβSalesβAccounting.

