Mengelola proses penjualan dari awal (Lead) hingga closing (Opportunity Won/Lost)
π― Tujuan
Proses CRM di Odoo membantu kita membawa prospek awal (Lead) menjadi peluang nyata (Opportunity), lalu menutupnya sebagai Won (berhasil) atau Lost (gagal). Setiap langkah dalam proses ini penting untuk menjaga pipeline tetap sehat dan revenue terukur.
πΉ 1. Lead (Prospek Awal)
Lead biasanya berasal dari campaign marketing, website, pameran, atau input manual.
Contoh: Andi Setiawan (Procurement) merespons email campaign β masuk sebagai Lead.
Aktivitas utama: verifikasi data & kelayakan (apakah prospek layak ditindaklanjuti?).
πΉ 2. Convert to Opportunity
Jika lead dinilai potensial, kita klik Convert to Opportunity.
Data dari modul Contacts langsung ditarik otomatis.
Contoh: Lead Andi β jadi Opportunity: Implementasi Odoo ERP β PT Sinar Jaya Abadi.
Aktivitas utama: masukkan expected revenue, set stage awal (Qualified).
πΉ 3. Opportunity Stages
Qualified β prospek sudah layak ditindaklanjuti.
Proposal Sent β quotation resmi sudah dikirim.
Negotiation β proses tawar-menawar harga & syarat.
Won β deal berhasil, Sales Order dibuat.
Lost β deal gagal, catat alasan (competitor, budget, dll.).
πΉ 4. Closing β Won vs Lost
Won:
Opportunity berhasil ditutup.
Secara otomatis memicu alur ke Sales Order β Invoice β Payment.
Revenue masuk ke laporan.
Lost:
Dicatat alasannya (misalnya: Competitor lebih murah).
Data tetap tersimpan untuk evaluasi di laporan.
π Contoh Kasus β PT Sinar Jaya Abadi
Lead: Andi (Procurement) masuk dari campaign β diverifikasi.
Convert: Lead dikonversi ke Opportunity.
Stages:
Qualified β Proposal Sent (Quotation Rp 166.500.000) β Negotiation.
Closing:
Jika deal sukses β status Won, order dikonfirmasi.
Jika gagal β status Lost, dicatat alasan misalnya budget tidak disetujui manajemen.
π― Manfaat Proses Terstruktur
Kita bisa memantau setiap prospek di pipeline.
Manajemen bisa melihat nilai peluang (expected revenue) di setiap stage.
Kita tidak kehilangan prospek karena lupa follow-up (semua ada di Next Activity).

