Invoice wajib divalidasi sebelum kirim ke customer
π― Tujuan
Menjamin bahwa setiap invoice yang keluar sudah akurat, sesuai kontrak, dan legal. Validasi (posting) di Odoo adalah langkah pengesahan agar dokumen menjadi resmi dan masuk ke laporan keuangan.
πΉ Prosedur Validasi Invoice
Draft Invoice dibuat Finance Officer dari Sales Order (Confirmed).
Cek Field Utama:
Customer & Billing Contact = PIC Finance, bukan Procurement.
Produk/jasa, Qty, harga, pajak (PPN 11%) sesuai Sales Order.
Payment Terms sesuai kontrak (misalnya 50% DP, 50% pelunasan).
Invoice Date & Due Date sudah benar.
Klik Post β status berubah dari Draft β Posted.
Nomor resmi invoice otomatis dibuat (INV/…).
Invoice masuk ke Accounts Receivable (AR).
Setelah divalidasi β baru boleh dikirim ke customer via Send by Email.
π Contoh Kasus β PT Sinar Jaya Abadi
Draft Invoice: INV/PT-SJA/001
Total: Rp 166.500.000 (termasuk PPN).
Payment Terms: 50% DP, 50% pelunasan.
Validasi dilakukan Finance Officer.
Status berubah menjadi Posted.
Invoice resmi dikirim ke Rina (Finance Supervisor).
π― Manfaat Validasi
Mencegah pengiriman invoice dengan angka salah.
Menjamin data AR akurat β cash flow terkontrol.
Memberikan audit trail yang jelas (kapan invoice diterbitkan).
Memastikan hanya invoice resmi yang dipakai untuk penagihan.
β οΈ Risiko Jika Tidak Divalidasi
Invoice dikirim masih draft β tidak dianggap resmi.
Bisa terjadi dispute β customer menolak bayar.
Laporan AR salah β manajemen salah ambil keputusan.
π Setelah validasi invoice, kita masuk ke aturan berikut: Semua data CRM dianggap confidential.

