Inventory (opsional) → jika CRM dikaitkan dengan penawaran produk
Modul Inventory di Odoo 18 CE biasanya lebih erat kaitannya dengan penjualan produk fisik. Walaupun CRM utamanya fokus pada pengelolaan prospek dan peluang, ada kalanya CRM harus terhubung ke Inventory jika peluang yang ditawarkan berkaitan dengan barang yang memiliki stok.
Fungsi Utama Modul Inventory dalam kaitannya dengan CRM
Menyediakan informasi stok barang yang ditawarkan kepada calon pelanggan.
Memastikan bahwa quotation yang dibuat berdasarkan opportunity sesuai dengan ketersediaan barang.
Mengatur proses pengiriman barang (delivery order) setelah Sales Order dikonfirmasi.
Menyediakan laporan persediaan barang untuk mendukung aktivitas penjualan.
Alur Hubungan CRM – Sales – Inventory
CRM: Opportunity “Penjualan Laptop untuk PT Sinar Jaya Abadi” dinyatakan Won.
Sales: Dibuatkan Quotation dengan produk Laptop Dell Inspiron 14, Qty 10 unit.
Inventory: Sistem otomatis mengecek stok barang → jika tersedia, Sales Order dapat diproses.
Setelah quotation dikonfirmasi menjadi Sales Order → Delivery Order otomatis tercipta di Inventory.
Warehouse Team memproses pengiriman barang sesuai Sales Order.
Status pengiriman tercatat dan dapat dipantau oleh tim Sales melalui laporan.
Contoh Input Dummy Data – Produk di Inventory
Product: Laptop Dell Inspiron 14
Product Type: Storable Product
Quantity On Hand: 50 unit
Unit Price: Rp 10.000.000
Taxes: 11% PPN
Dampak Data Inventory ke CRM dan Sales
Sales dapat dengan cepat mengecek ketersediaan barang sebelum membuat quotation.
Jika stok habis, quotation dapat disesuaikan (backorder atau alternatif produk).
CRM pipeline bisa menunjukkan status lebih lengkap: bukan hanya deal won, tapi juga apakah produk sudah terkirim atau belum.
Job Description di Modul Inventory (Terkait CRM)
Sales Executive: memastikan ketersediaan stok saat negosiasi dengan customer.
Warehouse Staff: menyiapkan dan mengirim barang sesuai Sales Order.
Inventory Manager: mengontrol level stok agar penawaran produk di CRM selalu relevan.
Dengan integrasi ini, CRM tidak hanya mengelola peluang secara administratif, tetapi juga memastikan janji penjualan bisa dipenuhi dengan ketersediaan barang yang nyata. Hal ini meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mempercepat proses bisnis dari opportunity → quotation → sales order → delivery → invoice.

