1. Memilih Andi sebagai Contact di CRM Opportunity
Skenario: PT Sinar Jaya Abadi berminat untuk implementasi Odoo ERP. Kontak utama yang menangani proses pembelian adalah Andi Setiawan (Procurement Manager).
Langkah:
Masuk ke CRM → Pipeline → Create.
Isi field berikut:
Opportunity Name: Implementasi Odoo ERP – PT Sinar Jaya Abadi
Customer: PT Sinar Jaya Abadi
Contact: pilih Andi Setiawan (Procurement Manager)
Expected Revenue: Rp 150.000.000
Probability: 20%
Salesperson: Budi – Tim Sales Bali
Stage: New
Klik Save.
📌 Hasil: Opportunity baru tercatat atas nama PT Sinar Jaya Abadi, dengan Andi Setiawan sebagai contact person. Saat follow-up, Sales Executive tahu bahwa komunikasi harus diarahkan ke Andi.
2. Memilih Rina sebagai Penerima Invoice
Skenario: Setelah deal berhasil ditutup (Won) dan quotation dikonfirmasi, invoice harus ditujukan ke bagian Finance. Dalam hal ini, Rina Kartika (Finance Supervisor) adalah penerima yang tepat.
Langkah:
Dari Sales Order yang sudah dikonfirmasi, klik Create Invoice.
Pada form invoice, pastikan:
Customer: PT Sinar Jaya Abadi (tetap perusahaan).
Invoice Address: pilih Rina Kartika (Finance Supervisor).
Isi detail invoice (otomatis terisi dari Sales Order):
Product: Paket Implementasi Odoo ERP
Quantity: 1
Unit Price: Rp 150.000.000
Taxes: 11% (PPN)
Total: Rp 166.500.000
Klik Validate.
📌 Hasil: Invoice resmi ditujukan ke PT Sinar Jaya Abadi, tetapi bagian Finance (Rina Kartika) akan menjadi pihak yang menerima dokumen. Hal ini lebih profesional karena langsung ke orang yang bertanggung jawab dalam pembayaran.
🎯 Manfaat dari Praktik Ini
Sales Team tahu harus berhubungan dengan siapa (Andi) untuk pembelian.
Finance Team tahu invoice dikirim ke siapa (Rina) untuk mempercepat pembayaran.
Alur data menjadi realistis dan sesuai praktik bisnis sehari-hari, bukan sekadar catatan sistem.

