openSOURCE

openSOURCE

Did You Know?

Simple, efficient, yet affordable!

Lampiran

Repeat Order – Lead, Opportunity, atau Langsung Sales Order?

Estimated reading: 1 minute 57 views

🎯 Tujuan

Memberikan panduan praktis untuk tim sales dan finance dalam menangani repeat order dari customer yang sudah pernah melakukan transaksi (opportunity sudah Won).


πŸ”Ή Alur Konversi di Odoo

  1. Lead β†’ prospek awal (data belum jelas).

  2. Opportunity β†’ sudah ada potensi nyata (budget, kebutuhan, timeline).

  3. Won Opportunity β†’ berhasil β†’ lanjut ke Quotation β†’ Sales Order.


πŸ”Ή Pertanyaan Utama

Jika customer sudah pernah Won, lalu ada order baru, apakah harus mulai lagi dari Lead/Opportunity, atau bisa langsung Sales Order?


πŸ”Ή Jawaban

Ada 2 opsi sesuai konteks:

1) Repeat Order Rutin β†’ langsung Sales Order

  • Dari Contacts β†’ Customer β†’ New Quotation.

  • Tidak perlu buat lead/opportunity baru.

  • Cocok untuk pembelian berulang (misalnya produk rutin, kontrak bulanan).

2) New Business / Project β†’ buat Opportunity baru

  • Buat opportunity baru di CRM, lalu proses seperti biasa.

  • Cocok untuk deal baru (misalnya upselling, cross-selling, kontrak implementasi tambahan).

  • Keuntungan: pipeline tetap mencerminkan aktivitas penjualan terkini.


πŸ”Ž Contoh Kasus – PT Sinar Jaya Abadi

  • Deal 1 (Won): Implementasi Odoo ERP (Rp 166.500.000).

  • Bulan berikutnya: Customer minta Training tambahan.

    • Jika dianggap repeat order rutin β†’ langsung buat Sales Order.

    • Jika dianggap deal baru β†’ buat opportunity baru di CRM β†’ track di pipeline.


🎯 Best Practice

  • Order rutin & sederhana = langsung buat Sales Order.

  • Order dengan negosiasi / proyek baru = buat Opportunity baru.

Β 

Leave a Comment

Share this Doc

Repeat Order – Lead, Opportunity, atau Langsung Sales Order?

Or copy link

CONTENTS