π― Tujuan
Accountant memastikan pembayaran customer tercatat akurat, dicocokkan dengan bank statement, serta menghasilkan laporan keuangan yang valid untuk manajemen & audit.
πΉ Tugas Inti
Register Payment
Buka invoice status Posted.
Klik Register Payment β isi tanggal, jumlah, metode (Bank/Cash), journal.
Klik Validate β invoice berubah status Paid (atau Partially Paid bila belum lunas).
Bank Reconciliation
Menu: Accounting β Bank β Reconcile.
Cocokkan transaksi bank dengan pembayaran invoice.
Jika ada selisih kecil β catat sebagai Bank Fee/Adjustment.
Jika mismatch besar β eskalasi ke Finance Manager.
Kontrol Accounts Receivable (AR)
Cek laporan Aging Receivables.
Tandai invoice Overdue & koordinasi dengan Finance Officer untuk reminder/eskalasi.
Laporan Keuangan
Profit & Loss (Laba Rugi) β revenue dari invoice Paid/Posted.
Balance Sheet (Neraca) β AR tercatat sebagai aset lancar.
Cash Flow β arus kas masuk dari pembayaran invoice.
π Contoh Kasus β PT Sinar Jaya Abadi
Invoice: INV/PT-SJA/001 = Rp 166.500.000.
Pembayaran masuk Rp 83.250.000 (DP) β Register Payment β status Partially Paid.
10 hari kemudian pelunasan Rp 83.250.000 β Register Payment β status Paid.
Bank reconciliation: mutasi Bank BCA cocok dengan dua pembayaran β status reconciled.
Laporan:
P&L β Revenue Rp 150.000.000, Tax Payable Rp 16.500.000.
AR Aging β saldo Rp 0 (karena invoice lunas).
π― Manfaat untuk Kita
Data AR selalu sinkron dengan kondisi bank.
Laporan keuangan akurat & siap untuk audit.
Cash flow terkontrol karena invoice overdue bisa cepat ditindak.
Pajak tercatat otomatis (PPN, dll).
β οΈ Kesalahan Umum & Pencegahan
Tidak register payment β invoice tetap outstanding meski sudah dibayar.
Rekonsiliasi tidak rutin β saldo kas vs bank jadi berbeda.
Salah alokasi pembayaran β pastikan payment match ke invoice yang benar.
π Dengan tugas Accountant, siklus CRM β Sales β Invoice β Payment & Reporting menjadi lengkap.

