1. Email Salah / Typo
Contoh salah input:
andi.setiawa@sinarjaya.co.id(kurang huruf n).Dampak: quotation atau invoice dikirim ke alamat salah → customer tidak pernah menerima dokumen.
Cara hindari: selalu copy-paste dari email resmi customer, jangan diketik manual jika bisa.
2. Child Contact Tidak Ditambahkan
Contoh: hanya membuat PT Sinar Jaya Abadi tanpa menambahkan Andi (Procurement) dan Rina (Finance).
Dampak:
Sales Executive bingung siapa yang harus dihubungi.
Invoice dikirim ke email umum perusahaan (info@…) → menumpuk di inbox, pembayaran terlambat.
Cara hindari: selalu minta nama + jabatan contact person saat input data awal.
3. Nomor Telepon Tidak Lengkap
Contoh salah: hanya isi nomor kantor 0361-123456, tanpa nomor mobile contact person.
Dampak: Sales kesulitan follow-up cepat (WA/telepon langsung).
Cara hindari: pastikan minimal ada 1 nomor HP aktif yang bisa dihubungi langsung.
4. Alamat Tidak Spesifik
Contoh salah: hanya isi Denpasar tanpa jalan/nomor.
Dampak: sulit untuk pengiriman barang (jika ada Inventory & Delivery).
Cara hindari: tulis alamat lengkap (jalan, kota, kode pos).
5. Tags Tidak Diisi (Opsional)
Contoh salah: tidak memberi tag seperti Prospek, VIP, Retail.
Dampak: Marketing Officer sulit melakukan segmentasi kampanye → campaign jadi tidak tepat sasaran.
Cara hindari: walau opsional, biasakan isi tags dasar (misalnya: Prospek Baru).
✅ Ringkasan Anti-Salah
Pastikan email benar ✔️
Tambahkan child contact ✔️
Cantumkan nomor mobile ✔️
Isi alamat lengkap ✔️
Gunakan tags dasar ✔️
📌 Dengan menghindari kesalahan ini, kita bisa memastikan data di Odoo selalu siap dipakai lintas modul tanpa masalah.

